Minggu, 27 November 2011

cerita yang menggugah hati

Kisah Mengugah Hati : Bocah 6 Tahun Rawat Papanya yang Lumpuh

MEI 3, 2009
Berikut sebuah artikel yang menggugah hati dan sekaligus memberikan inspirasi terutama bagi saya dan harapannya kepada para pembaca juga. Sebuah kisah kehidupan seorang bocah kecil di Nantong, China Daratan (RRC) yang masih berusia 6 tahun namun harus ikut menanggung beban hidup dan dengan penuh semangat merawat orang tuanya yang karena sakit hingga lumpuh.
Bocah 6 Tahun Rawat Papanya yang Lumpuh
Tse Tse kecil sedang menyuapi papanya yang lumpuh.
Tse Tse kecil sedang menyuapi papanya yang lumpuh.
[Dajiyuan, 17 Des 2008] Karena ayahnya lumpuh bertahun-tahun, anak yang baru berumur 6 tahun ini terpaksa memikul tanggung jawab rumah tangga. Selain setiap hari mencuci muka ayahnya, memijat dan memberi makan, dia masih bersama ibunya mengambil botol air mineral bekas sebagai tambahan pendapatan keluarga. Cerita Tse Tse ini banyak menyentuh hati teman di internet, hanya beberapa jam, sudah puluhan ribu orang yang mengkliknya.
Adegan yang Mengharukan
Begitu sampai di rumah, Tse Tse langsung sibuk menyiapkan seember air, lantas dengan tangannya yang mungil ia memeras selembar handuk yang besar, karena handuk terlalu besar buat dia, Tse Tse membutuhkan 3 sampai 4 menit baru bisa mengeringkannya, kemudian dengan handuk itu dia menyeka wajah ayahnya dengan lap itu. Dia sangat teliti melapnya, sepertinya khawatir kurang bersih. Setelah selesai, Tse Tse kemudian berjingkat melap punggung ayahnya, di belakang, selesai semua, dengan puas dia tersenyum ke ayahnya.
Tse Tse tahun ini berumur 6 tahun, baru kelas 1 SD, tinggal di jalan Baoan, desa Nantong, papanya Xiong Chun pada 5 tahun lalu tiba-tiba menderita otot menyusut, di bawah leher semua lumpuh, untuk mengobati penyakitnya dia telah menghabiskan semua tabungannya. Sekarang, keluarga yang beranggotakan 3 orang ini hanya mengandalkan ibunya yang bekerja di pabrik, dengan penghasilan kecil itulah mereka bertahan hidup.
Di sekolah Houde, anak yang seumur dengannya dengan ceria bergandeng tangan dengan orang tuanya sambil berjalan, namun Tse Tse malah harus sekuat tenaga mendorong ayahnya pulang. Ketika mau menyeberang jalan, dia akan berhenti sejenak, menoleh kendaraan yang lalu lalang, setelah aman dia baru menyeberang. Setiap ketemu tempat yang tidak rata, Tse Tse harus mengeluarkan tenaga ekstra menaikkan roda depan, menarik kursi roda itu dari belakang, wajahnya yang mungil sampai terlihat kemerahan. Dari sekolah sampai rumah jaraknya sekitar 1.500 meter, harus ditempuh selama 20 menit.
Satu Keluarga 3 Orang Menempati Rumah 8 m2
Rumah Tse Tse adalah sebuah rumah dengan kamar kecil seukuran 8m2, hanya besi seng menutupi atap yang menghalangi cahaya masuk ke kamar, di atap tergantung sebuah lampu energi kecil. Dalam rumah penuh debu, yang paling mencolok adalah penghargaan Tse Tse yang tergantung di dinding. Terhadap sekeluarga yang pendapatan bulanannya hanya sekitar 1.000 RMB (Rp. 1,5 juta) bisa dikatakan, sebuah TV 21″ sudah merupakan barang mewah.
Sebuah ranjang atas dan bawah sudah memenuhi seluruh kamar, di atasnya penuh dengan barang pecah belah, hanya tersisa sedikit ruang kecil. Xiong Chun berkata, “itu adalah ranjang Tse Tse. Sebuah meja lipat tergantung di dinding, itu adalah meja belajar Tse Tse, juga adalah meja makan keluarga.“
Di samping pintu yang luasnya tidak sampai 1 m2, ada “dapur” yang dibuatnya sendiri, di samping kompor masih tersisa sebatang kubis. “Makanan dan minyak di rumah semua diberikan oleh teman mamanya, satu hari tiga kali makan, cuma makan malam yang agak lumaAdd an Imageyan, di rumah jarang makan daging, namun setiap minggu mereka akan mengeluarkan sedikit biaya untuk mengubah kehidupan anaknya, namun setiap kali makan, Tse Tse akan membiarkan saya makan dulu, baru dia makan.” Kata Xiong Chun.
Setiap Hari Memijat Papanya 3 Kali
Tangan Mungil Tse Tse sedang memijak kaki papanya
Tangan Mungil Tse Tse sedang memijak kaki papanya
Mama Tse Tse bekerja di pabrik, setiap siang hari dia akan menyisakan sedikit waktu pulang ke rumah menanak nasi untuk suaminya, setelah menyuapi dia segera balik ke pabrik bekerja, tanggung jawab merawat suaminya semua di bebankan ke pundak Tse Tse.
Xiong Chun memberitahu wartawan, setiap pagi jam 6.30 begitu jam alarm berbunyi, Tse Tse akan bangun, cuci muka dan sikat gigi, dia juga membantu papanya mencuci muka, selesai itu dia akan memijat tangan dan kaki papanya, kira-kira 10 menit. Pulang sekolah sore, dia akan memijat papanya lagi, malam setelah memandikan papanya, dia akan memijat papanya lagi, baru tidur.
Agar bisa lebih banyak membantu mamanya, Tse Tse kadang-kadang ikut mamanya memungut barang bekas untuk menambah penghasilan keluarga.” Xiong Chun sangat sayang anaknya. Tetangga di sekeliling sangat terharu dan mengatakan:  ”Tse Tse sangat mengerti. Kita semua merasa bangga ada anak seperti ini.”
Boneka 5 Yuan yang Paling Disukai Tse Tse
Mama membawa dia memungut bo
Tse Tse dengan tekun merawat papanya
Tse Tse dengan tekun merawat papanya
tol air bekas untuk menambah penghasilan. Suatu ketika, Tse Tse memungut satu mainan mobil plastik bekas di tempat sampah, dia bagaikan mendapat barang pusaka, setiap hari akan main sebentar dengan mobil plastiknya itu. Yang Xianfui berkata, kemarin mama dan anak pergi memungut besi bekas, bisa dijual 20 Yuan.
Tse Tse punya satu boneka kecil yang lucu, itu yang paling disayanginya. Malam hari juga mengendongnya tidur. “Dia melihat boneka itu di toko, beberapa kali dia memintanya, 5 Yuan, saya tidak tega terus, akhirnya saya nekat membelikannya,” Kata Xiong Chun.
Begitu Tidak Boleh Sekolah, Langsung Menangis
Untuk mengirit biaya listrik,setiap hari begitu pulang sekolah Tse Tse akan memindahkan “Meja kecilnya” keluar, mengejar siang hari menyelesaikan PR-nya.
Uang sekolahnya setahun sekitar 3.000 sampai 4.000, kami tidak sanggup. Karena tidak ada uang, tahun ini saya juga melepaskan berobat lagi,” kata Xiong Chun. Beberapa waktu yang lalu, dia berbicara dengan istrinya agar Tse Tse berhenti sekolah saja, Tse Tse begitu tahu langsung menangis.
Xiong Chun berteriak, “Hidup normal saja bermasalah, masih harus kasih dia sekolah, sungguh susah, bila sudah tidak mungkin, biar dia berhenti saja.” Tse Tse yang sedang bermain boneka, begitu mendengar kata papanya, langsung menangis. Xiong Chun menarik Tse Tse ke sisinya, membujuk: “Papa akan usahakan kamu sekolah, biar kamu bisa sekolah!” Setelah dibujuk beberapa kali, Tse Tse baru berhenti menangis, dengan tangan mungilnya dia menyeka air matanya.
Terhadap Tse Tse, saya sungguh menyesal….,” sambil menangis tersedu, Xiong Chun sudah tidak dapat berkata lagi. Xiong Chun berkata: “Saya percaya pasti akan sembuh, Tse Tse adalah harapan saya.”
*******
Terima kasih Sdr Syahbandi yang mengirim email ini ke saya pada Desember 2008 silam. Kisah ini sangat berarti bagi saya, terutama bagaimana kita harus menyikapi kehidupan kita yang mungkin sedikit lebih baik dari Tse Tse dan bagaimanapula bakti yang ditunjukkan si bocah 6 tahun. Didalam kesulitan, Tse Tse tetap menunjukkan bakti, belajar sungguh-sungguh dan sekaligus berbakti kepada orang tua. Tekad yang besar untuk tetap sekolah merupakan sikap yang patut kita tiru. Dan saya pikir, kisah-kisah dramatis seperti Tse Tse juga banyak menimpa sebagian besar anak-anak yang memiliki kesulitan ekonomi dengan orang tuanya yang “tidak mampu”. Semoga melalui kisah ini, kita berdoa agar semua orang yang mengalami penderitaan dan kesulitan hidup agar segera terbebas dari kesulitan dan penderitaan serta sakit. Dan semoga Xiong Chun dapat pulih dari penyakitnya dan dapat menyekolahkan anaknya Tse Tse ke jenjang pendidikan hingga selesai.
Liputan kisah-kisah seperti ini yang ada di negeri ini perlu disampaikan secara luas, dan semoga dari kita dapat memiliki kepekaan sosial membantu meringankan penderitaan dan kesulitan orang disekitar kita. Dan kita harus tetap semangat menatap hari yang lebih baik!
Terima kasih, 3 Mei 2009
ech-nusantaraku
33 Komentar leave one →
  1. achie PERMALINK
    Agustus 25, 2009 10:19 AM
    Kisah yang sungguh menggetarkan hati, Tse tse walaupun masih kecil sudah bisa menjadi cahaya bagi keluarga nya, hatinya begitu tulus. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada papanya agar segera sembuh.
    Terimakasih tse tse kamu dah membuka mata hati semua orang yang tau kisahmu.
  2. dhani PERMALINK
    November 7, 2009 12:52 PM
    Terima kasih tse tse buat pembelajaran hidupnya,moga apa yang dicita-citakan dapat tergapai
  3. syerasyifa PERMALINK
    November 8, 2009 11:07 PM
    berkali kali baca kisa tse” tetep buat makin semangat buat syukuri hidup.
    entah bagaimana kabar tse” sekaraaang????
  4. _dyan_ PERMALINK
    Januari 18, 2010 9:57 AM
    tse-tse,,,,
    kmu mUlia bNget…..
    Ortumu Psti Snenk bNget pnya biDa2ri kCil kya kMu….
    tse-tse jNgan mNyrah yow ,,,
  5. ahnku PERMALINK
    Januari 22, 2010 6:04 PM
    kalo ga salah… kisah serupa ada di indonesi.. namanya Bunga,, dia merawat ibunya yang lumpuh….
  6. Agustus 1, 2010 11:38 PM
    by jabon : wah saya sangat trgugah sekali … anaka itu memang sangat menyayangi ayahnya …
    oh ya salam kenal saja ya dari saya jabon
  7. leon PERMALINK
    Desember 28, 2010 7:38 PM
    Subhanallah
  8. ummu PERMALINK
    April 12, 2011 12:42 PM
    mengharukan ._.
    salut untuk tse
  9. jacky PERMALINK
    Juni 2, 2011 11:10 AM
    makasih informs ceritanya, rasanya harus sering membca crta kyk gini br sadar sbnarnya kt udh hrs bnyk bersyukur. moga papanya bs sembuh dan tse2 bisa tercapai cita2nya
  10. September 24, 2011 7:35 AM
    indahnya anak – anak
  11. September 24, 2011 2:24 PM
    Kisah yang penuh inspiratif membuat kita bisa mensyukuri hidup & mengingatkan kita untuk berusaha menyisihkan sebagian harta kita untuk orang yang tidak mampu di sekitar kita. Salam damai semuanya
  12. ibnu PERMALINK
    November 16, 2011 1:09 AM
    Haru, sedih …, dan sangat kagum akan apa yang di lakukan ank ni.Semoga kesejahteraan, kesentosaan di lmpahkan padamu dan keluarga mu nak . . . amiin
  13. November 16, 2011 11:41 AM
    hebat, berbahagialah orangtuanya,

Lacak Balik

  1. Pada Dasarnya Dia Mungkin Orang Baik « Nusantaraku
  2. Pada Dasarnya, Dia Mungkin Orang yang Sangat Baik « Nusantaraku

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:
Gravatar
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar